PEMBUATAN POT DARI HANDUK BEKAS

LATAR BELAKANG Menurut Undang-undang No. 18 tahun 2008 dikemukakan bahwa sampah adalah sisa dari kegiatan masyarakat atau proses alam yang berbentuk padat. Jenis sampah terdiri atas dua yaitu sampah dengan bentuk padat dan bentuk cair. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memahami berbagai jenis sampah agar dapat dipilah yang diolah dan yang tidak dapat diolah. Di sekitar kita banyak terdapat sampah tekstil seperti kain bekas, handuk bekas, karpet bekas yang sudah rusak, pakaian yang berbahan wol atau benang rajut, dll. sampah tekstil ini dapat kita daur ulang sesuai dengan keinginan dan kreativitas masing-masing. Upcycle diistilahkan reuse dalam bahasa Inggris (discarded objects or material in such a way as to create a product of a higher quality or value than the original) yang dapat diartikan sebagai menggunakan kembali benda atau bahan yang tidak terpakai lagi guna menciptakan produk baru yang memiliki nilai tambah (Batara Wisnu, 2021). Upcyle adalah proses daur ulang yang mengubah barang asli menjadi barang yang memiliki kemanfaatan baru tanpa menghilangkan bentuk asli suatu barang, contohnya bisa berupa kumpulan botol plastik yang telah dibersihkan dipotong menjadi bagian tertentu sesuai kerangka yang dibutuhkan dan dikehendaki untuk kemudian dirangkai menjadi barang dengan harga jual yang lebih tinggi (Mita Defitri, 2022). Upcycle atau yang biasanya di sebut sebagai recycle merupakan proses mendaur ulang produk atau pun barang yang tidak layak digunakan menjadi suatu barang atau produk yang lebih bermanfaat dan memiliki harga jual yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebuah usaha. Salah satu contoh daur ulang yang dapat di lakukan yaitu dengan mengelolah limbah kain bekas atau handuk bekas. Dimana kain memiliki potensi sebagai struktur yang kuat jika diolah menggunakan cara yang tepat sehingga memungkinkan banyaknya produk yang dapat didesain berasal hasil siklus ulang kain bekas. Sampah seperti kain dan handuk bekas masih dapat digunakan apabila melewati sebuah proses untuk mengubahnya menjadi benda bermanfaat, seperti pengelolaan pot tumbuhan dari kain ataupun handuk bekas. Pengelolaan pot tumbuhan dengan dengan bahan dasar handuk bekas dapat mengurangi sampah yang sulit terurai sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan, hal ini juga dapat membantu upaya pemerintah dalam merealisasikan lingkungan yang bersih. Selain itu pembuatan pot tanaman dari bahan dasar kain bekas dapat melatih kreativitas serta keterampilan membuat produk dari barang bekas melalui sebuah proses daur ulang , Dimana jika barang bekas ini dibuang ke sembarang Kawasan dapat menyebabkan penyumbatan peredaran air yang akan mengakibatkan banjir (Lisya Mutia;dkk., 2022). Sampah berupa kain dan handuk bekas masih bisa diproses melalui sebuah proses guna menghasilkan benda yang bermanfaat seperti pengolahan pot bunga dari bahan bekas ini. Pot bunga dengan bahan dasar handuk bekas dapat mengurangi sampah serta pencemaran lingkungan. Hal ini dapat membantu upaya pemerintah dalam merealisasikan lingkungan yang bersih dan indah. Barang bekas merupakan hal sederhana yang sering diabaikan karena kurangnya manfaat dari benda tersebut. Akan tetapi, barang bekas dapat dimanfaatkan untuk menjadi produk siap pakai yang memiliki nilai melalui sebuah proses pengolahan. Untuk menciptakan produk berupa pot bunga tidak membutuhkan waktu yang lama, prosesnya sangat mudah dan bahan yang mudah diperoleh di sekitar kita (Annisa Kholifatun; dkk., 2023)Di sekitar lingkungan kita banyak handuk yang sudah tidak digunakan dan hanya ditumpuk di lemari saja. Selain itu di sekitar lingkungan kita juga terdapat sisa semen pembangunan rumah yang hanya di biarkan saja di samping rumah. Kebanyakan Handuk bekas hanya dimanfaatkan sebagai keset maupun kain lap, padahal handuk bekas dapat difungsikan menjadi kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah mencoba untuk memanfaatkan handuk dan semen tersebut menjadi sebuah pot bunga yang cantik dan dapat digunakan kembali serta bernilai jual. Pot dari handuk bekas memiliki bahan baku yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita serta proses pengerjaannya yang relatif mudah. Selain itu, pot tumbuhan ini memiliki ketahanan yang cukup tinggi karna berbahan dasar semen. Akan tetapi, pot tumbuhan dari kain bekas ini memiliki kekurangan yaitu pot dari handuk bekas ini lebih berat jika dibanding dengan pot tumbuhan biasa berbahan dasar plastik. Jika pot tumbuhan dari daur ulang handuk bekas dan semen ini dibuat dengan bobot yang berat maka akan sulit untuk memindahkanya (Lisya Mutia;dkk, 2022). ALAT DAN BAHAN • Alat 1. Wadah plastik
2. Pengaduk (tongkat kayu)
3. Benang / tali rafia
4. Wadah kecil sebagai cetakan
5. Kuas
6. Palet Lukis
• Bahan 1. Handuk
2. Semen
3. Air
4. Cat
5. Pylox
CARA PEMBUATAN 1. Siapkan alat dan bahan.
2. Masukkan semen kedalam wadah plastik. 3. Beri air secukupnya pada semen, lalu aduk hingga merata. 4. Masukkan handuk ke dalam ember, lalu ratakan semen hingga menutupi seluruh bagian handuk.
5. Handuk yang sudah tercampur pada adonan semen kemudian diangkat dan di letakkan diatas mangkuk kecil sebagai cetakan lalu dibentuk sesuai pola yang diinginkan.
6. Pot yang sudah di bentuk dikeringkan dibawah sinar matahari. 7. Pot yang sudah kering di beri warna dengan pylox lalu di hias dengan cat.
8. Pot sudah jadi
DAFTAR PUSTAKA Wisnu, Batara. “Pemanfaatan kain atau handuk bekas sebagai media penanaman berbentuk pot di desa Sawotratap, kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.” Indonesian Journal of Community Services/e-ISSN: 2777-0567 p-ISSN : 2797-9717 /Vol.1 No. 1 April 2021. Lisya, Mutia, et al. “Pembimbingan pembuatan pot tumbuhan dari daur ulang kain bekas dan semen (Guidelines for Making Plants Pots from Recycling used fabric and Cement.” Jurnal Nusantara Mengabdi/ISSN 2808-6163 Vol 1, No 2, 2022. Annisa, Kholifatun, et al. “Implementasi pembuatan POTAS(Pot Kain Bekas) di dusun Dukuh Kabupaten Sleman.” Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) http://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/judimas/home Volume 1 Nomor 2, 2023 p-ISSN: 2986-1241 e-ISSN: 2986-0083 Defitri, Mita. (2022) “Perbedaan daur ulang sampah Recycle dan Upcucle.” Diakses pada 2024, https://waste4change.com/blog/perbedaan-daur-ulang-sampah-recycle-dan-upcycle/

Komentar